Posted on Maret 15, 2011 by myartikel
Aneh dan Lucu, Jika Aturan Koalisi DiformalkanSUMBER: Republika
“Justru jadi lucu kalau dibuat menjadi sebuah aturan atau diformalkan,” kata Drajad ketika dihubungi, Selasa (15/3). Dia mengatakan, koalisi di negara mana pun membutuhkan sikap konsisten dari masing-masing parpol.
Artinya, jika sebuah parpol memutuskan untuk bergabung dengan koalisi, maka dia harus konsisten untuk memiliki sikap yang sama dengan koalisi. “Supaya demokrasi sehat, parpol harus konsisten,” kata Drajad. Parpol harus konsisten apakah berada di koalisi, oposisi, atau poros tengah.
Dia mencontohkan, koalisi pemerintahan di Jerman dan Belanda tidak memiliki aturan formal. “Namun, ketika satu partai sudah sudah menyatakan bergabung dengan koalisi, ya tentu memiliki sikap yang sama dengan koalisi, itu namanya konsisten,” katanya.
Oleh karenanya, Drajad mengatakan, aturan formal mengenai reward and punishment ini tak perlu. Karena parpol yang sudah bergabung dengan koalisi harus terus konsisten. “Kalau ingin demokrasi kita kuat, check and balances baik, dan produktif, setiap partai harus konsisten,” tegasnya.
Dia tidak setuju jika koalisi itu hanya di pemerintahan saja atau di parlemen saja. Koalisi itu berlangsung di eksekutif maupun legislatif. Ketika memutuskan untuk berkoalisi dengan pemerintah, maka secara otomatis juga berkoalisi di parlemen. “Itu sudah menjadi pakem dalam demokrasi,” tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar