Jumat, 21 September 2012

Kerendahan Hati


Kerendahan Hati

Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit; jadilah saja belukar. Tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau engkau tak sanggup jadi belukar; jadilah saja rumput. Tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya; jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang ke mata air.
Tak semua menjadi nakhoda; Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.

Tak Ada Jalan Pintas dalam Hidup


Tak Ada Jalan Pintas dalam Hidup

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah anda apa itu kemujuran? Bukankah, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran.
Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dan semestinya. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas.
Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.
Amatilah jalan lurus anda. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama anda yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun anda menjadi diri anda sendiri.

Jangan Sekolah Tinggi-Tinggi Nak…


Jangan Sekolah Tinggi-Tinggi Nak…

Jangan sekolah tinggi-tinggi Nak, jika itu hanya akan membesarkan kepalamu. Kemampuan dan modal telah banyak Tuhan anugrahkan padamu.
Tuhan ciptakan otak dan seluruh komponennya dalam kesempurnaan yang tidak mungkin seorang sarjana manapun menirunya. Maka gunakanlah ia untuk memikirkan keagunganNYA. Gunakanlah otakmu hanya untuk berpikir positif karena engkau pun dicipta untuk menebar kepositifan melalui kebaikan yang seharusnya engkau perbuat dari waktu ke waktu.
Tuhan ciptakan seluruh indera agar engkau mudah membangun persepsi yang baik tentang apa pun. Tuhan tidak mencipta matamu untuk kau isi dengan sorot kesinisan dan kebencian, maka gunakanlah matamu untuk merangkum keindahan dari setiap apa pun. Tuhan tidak mencipta telingamu untuk menyerap suara-suara kebencian dan kedengkian, maka waspadalah terhadap mereka yang mencoba mengotori telingamu dengan buaian kalimat indah namun justru berbisa dan kan menghancurkanmu. Tuhan tidak mencipta hidungmu untuk menilai bahwa bau busuk itu indah, maka waspadalah dan bersikap obyektiflah, busuk adalah busuk, dan harum adalah harum. Tuhan tidak mencipta lidahmu untuk engkau gunakan menusuk hati orang-orang sekitarmu, maka waspadalah karena lisanmu tak ubahnya sebuah pedang yang sewaktu-waktu dapat melukai orang lain. Dan lagi anakku, Tuhan tidak mencipta tangan dan kakimu untuk kau ayun dan kau langkahkan ke sisi yang justru akan menyeretmu pada kenistaan, maka pikirkanlah setiap gerak dan langkahmu agar selalu terjaga pada arah kebaikan.
Lalu bagaimana engkau dapat mengikuti nasihatku ini? Di dalam tubuhmu terdapat hati yang jauh di dasarnya terdapat sebuah telaga nurani yang kan memberimu pertimbangan tentang baik dan buruk. Sang nuranilah yang kan membimbingmu ke arah mana otakmu menyerap seluruh pengetahuan, dan ke sisi mana seluruh inderamu akan digunakan. Karena, jika engkau sisihkan nuranimu, maka otak dan seluruh inderamu hanya justru akan membawamu kepada kekotoran dan kejahanaman.
Maka rajinlah engkau menyelam ke dasarnya. Peliharalah kebersihannya, karena manakala engkau lengah membiarkannya kotor dan dipenuhi sampah, maka engkau kan sulit mencari sang nurani.
Sekolah memang penting sebagai sarana untuk menambah pengetahuan, namun lebih penting lagi adalah menjaga dirimu tetap di jalan kebenaran. Maka terhadap pengetahuan yang telah engkau dapat dari sekolah, maka aplikasikanlah untuk kebaikan. Sebab, pada setiap pengetahuan yang engkau dapat terdapat tanggung jawab untuk mengejawantahkannya dalam wujud indah yang membaikkan untuk sesamamu.
Layla, anakku… Cukuplah ini pesanku.

Bangsa yang Lupa Bercermin


Bangsa yang Lupa Bercermin

Ya, kita semua hampir-hampir tak tahu lagi apa itu cermin, fungsi, dan manfaatnya. Kita lebih sering mencermati wajah orang lain ketimbang wajah sendiri.
Betapa mata kita sangat tajam mendapati flek-flek pada muka orang. Dan betapa ternyata mulut pun menjadi gatal untuk mengatakan keburukan-keburukan yang dilihatnya seraya bak seorang ahli mengatakan bagaimana seharusnya keburukan itu diperbaiki.
Kita semua. Ya kita semua. Apakah ini karena mainstream kebebasan berpendapat pasca runtuhnya belenggu orde baru? Sehingga ibarat kuda yang selama ini dikurung maka ketika pintu dibuka sang kuda lari kemana tak tentu arah? Bukankah ini berarti sejak dalam kurungan sang kuda memang tak tahu kemana akan melangkah jika berkesempatan bebas?
Pemerintah dihujat. Legislatif dicerca. Rakyat menderita. Demonstrasi menjadi senjata. Separuh bangsa menjadi apriori dan sinis. Pembunuhan menjadi sesuatu yang biasa, kenistaan menjadi sesuatu yang meraja. Agama tak lagi mampu menjadi tuntunan. Tuhan-tuhan baru bermunculan. Tuhan Uang, Tuhan Jabatan, Tuhan Koalisi, Tuhan Partai, Tuhan Media, dan seribu Tuhan lainnya.
Seperti inikah hidup yang dinginkan Bangsa? Siapa yang harus disalahkan jika keadaan telah seperti ini?
Sah-sah saja kita bercita dan berharap akan perbaikan Bangsa. Tapi ingat, bangsa ini terdiri dari banyak individu. Nah, dari sini mari kita sadari. Mari kita bercermin. Sudah menjadi individu yang bajik dan bijak bagi bangsakah kita ini? Jika belum, mari kita berkonsentrasi saja pada perbaikan diri. Sebab, jika saja sebagian besar bangsa ini menyadari ini, maka bayangkan kebaikan yang akan nyata terjadi pada bangsa. Sebaliknya, jika sebagian besar bangsa ini lupa diri, maka kenyataan seperti sekaranglah yang dihasilkan.
Akhirnya, cukuplah sudah kita berkutat pada wajah orang lain. Raihlah cermin dan mari kita gunakan untuk mencari keburukan kita sendiri yang setelahnya lalu kita perbaiki.

Senin, 17 September 2012










Cinta Menurut Para Ahli

AHLI MATEMATIKA
Cinta adalah suatu situasi dimana 1+1 bisa sama dengan 3, 4, 5 dan seterusnya…

AHLI FISIKA
Cinta adalah gaya tarik menarik antara dua manusia berlainan jenis (cowok & cewek) yang besarnya berbanding lurus dengan berat badan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak rumah keduanya.

AHLI KIMIA

Cinta terbentuk dari beberapa unsur yaitu P (Pandangan), Se (Senyuman), Li (Lirikan), Be (Belaian), Ra (Rayuan & Rabaan), Cu (ciuman), K (Kecupan) yang kalau direaksikan dalam ruangan yang remang-remang bisa menimbulkan ledakan dahsyat.

AHLI KEPENDUDUKAN

Cinta adalah penyebab ledakan penduduk (yang lebih dahsyat dibandingkan ledakan nuklir).

AHLI OLAHRAGA
Cinta harus didahului dengan warming up, supaya tidak terkilir.

AHLI MAKANAN
Cinta adalah suatu situasi yang bisa membuat tahi kucing serasa coklat.

kalo menurut agan gmn?? Silahkan memberikan tanggapan atau tambahan........

Tips Mengatasi Rasa Rindu / Kangen Dengan Sang Pacar Yang Jauh


Tips Mengatasi Rasa Rindu / Kangen Dengan Sang Pacar Yang Jauh

Tak bisa disangkal manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.

Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Ingin bertemu dan berdekatan dengan sang kekasih. Air mata tak jarang menetes karena terbakar oleh kerinduan di hati. Sebagian orang bahkan sampai menjadi gila karena rindunya pada orang yang dicintainya. Naudzubillah.
Kerinduan, adalah sebuah kesengsaraan. Penyakit yang membekaskan kelemahan di hati. Lantas apakah obat untuk mengatasi penyakit yang menggerogoti jiwa ini ?

Ikhlas Kepada Allah
Ikhlas adalah obat termanjur penyakit rindu. Jika kamu benar-benar ikhlas kepada Allah, maka Allah akan menolongmu dari penyakit kerinduan dengan cara yang tak pernah terbetik di hati kita sebelumnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sungguh jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutkannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut sesuatu yang membahayakannya"
Ketika pemuda ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya, menghidupkan hatinya. Di saat itulah segala kekejian akan berpaling darinya dan dia sangat takut untuk mencari pengganti selain Allah. Keadaannya berbeda dengan hati yang tak ikhlas. Hati tersebut akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tidak berbeda dengan sepotong ranting yang meliuk kesana kemari mengikuti arah angin.

Berdo’a
Do’a mengandung sikap kefakiran serta kerendahdirian seseorang di hadapan Allah. Oleh karena itu, doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdoa, merasakan kebutuhannya kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Termasuk diantaranya dia memohon untuk dilepaskan dari kesulitan penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengkoyak-koyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara.

Memenej Pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah hati dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran.

Ibnul Qayyim menyatakan, "Orang yang berakal jangan sampai terlalu mudah tergelincir jatuh hati dan rindu agar tidak tertimpa berbagai kerusakan yang ditimbulkannya, baik sedikit maupun banyak. Barangsiapa yang menerjunkan diri kedalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri yang tertipu dan binasa. Andai saja bukan karena pandangan yang berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya untuk dapat merajut benang-benang asmara, pastilah asmara tidak akan kokoh mencengkeram jiwanya."

Membina Rumah Tangga
Bagaimanapun menikah merupakan obat bagi kerinduan hati. Meski pernikahan tersebut dilangsungkan tidak dengan orang yang dicinta dan diidamkan diawal. Kenapa bias demikian? Tidak lain, karena pernikahan telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa disamping ia penuh berkah. Pernikahan memadamkan berbagai gejolak cinta.
Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dicintainya maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi termanjur.

Selalu Sibuk dan Aktif
Dalam situasi kosong kegiatan, biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang dia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun untuk akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa aktifitas muncullah bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya hanya sekadar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikitpun bagi kehidupan kita.

Menghindari Nyanyian dan Film Percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memilika andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika, nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu-biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hatimu sendiri. Sehingga sempat diungkapkap oleh para ulama, "Nyanyian adalah tarian perzinahan."

Bayangkan Kekurangannya
Ingatlah selalu, bahwa orang yang kau cinta bukanlah sosok pribadi yang sempurna. Ia sangat memiliki banyak kekurangan, sehingga tidak layak untuk dipuja, disanjung, atau senantiasa diangan. Orang yang kau cintai tidaklah seperti yang kau khayalkan di setiap lamunan.
Ibnul Jauzi mengatakan," Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kekotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib."

Kita bisa menghukumi sesuatu kecuali dengan timbangan keadilan, sementara orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh nafsunya sehingga tidak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya menutupi seluruh aib yang dimiliki pasangannya. Para ahli hikmah berkata, "mata yang diliputi hawa nafsu akan menjadi buta."

Tips Lain
Usahakan untuk menjauh dari orang yang dicintai. Karena terpisahnya badan akan memberikan pengaruh jauhnya hati dari orang yang dicinta. Hendaknya sabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit. Kontinu menghadiri majelis dzikir, bergaul dengan orang-orang shalih, serta mendengar atau membaca kisah orang-orang shalih. Meredam keinginan, memupus harapan disertai keinginan keras untuk dapat mengalahkan hawa nafsu. Selalu teratur menjaga shalat dengan sempurna, khusyuk dan berusaha sempurna secara lahir dan batin. Mencampakkan seluruh keinginan yang rendah, hina, dan perbuatan tercela, serta berusaha meraih segala keutamaan. Mengambil pelajaran dari kedukaan orang-orang yang dimabuk cinta, derita dan kacau balaunya urusan mereka.